STMIK NH menyadari bahwa laboratorium merupakan sarana penting dalam proses pembelajaran yang berkualitas. Karenanya, STMIK NH telah dan akan terus berkomitmen untuk meningkatkan kualitas dan kapasitas laboratorium. Saat ini Laboratorium dikelola dan dipakai bersama-sama oleh lebih dari satu program studi.

STMIK NH memiliki 4 laboratorium yaitu Laboratorium Multimedia (LM), Laboratorium Pemograman Dasar (LPD), Laboratorium Pemograman Lanjut (LPL), Laboratorium Grafis (LG). Laboratorium-laboratorium ini digunakan untuk praktikum, kegiatan kelompok studi, pelaksanaan workshop, pengabdian masyarakat dan penelitian-penelitian yang dilakukan oleh dosen dan mahasiswa.

Karya Anak Bangsa

setelah sukses mengadakan kompetisi selama dua tahun berturut-turut , Telkomsel kembali mengajak startups untuk turut berkontribusi dalam memberikan solusi untuk Indonesia melalui the nexved competition 2017.


Selengkapnya

Talk Show

Kabar gembira untuk kawan-kawan mahasiswa/i STMIK-NH Jambi. Bahwasanya kita diminta untuk bisa memngikuti acara TALK SHOW DIALOG dengan Tema Semangat Literasi Di Tengah Arus Kekinian.


Selengkapnya

Pengumuman

14 December 2017
13 December 2017

PING

Pengertian dari PING   

Ping ( Packet Internet Groper ) adalah salah satu program yang digunakan untuk mengecek komunikasi antar komputer dalam sebuah jaringan melalui protokol TCP/IP. Ping akan mengirimkan Internet Control Message Protocol (ICMP) Echo Request messages pada ip address komputer yang dituju dan meminta respons dari komputer tersebut.

 

Jika komputer target memberikan respons maka komputer tersebut memberikan informasi seperti contoh PING report yang seperti di bawah :

 

Reply from 202.134.1.10: bytes=32 time=83ms TTL=60

Reply from 202.134.1.10: bytes=32 time=57ms TTL=60

Reply from 202.134.1.10: bytes=32 time=95ms TTL=60

Reply from 202.134.1.10: bytes=32 time=107ms TTL=60

Reply from 202.134.1.10: bytes=32 time=61ms TTL=60

Reply from 202.134.1.10: bytes=32 time=114ms TTL=60

 

Pembahasan :

  • Reply From berarti memberi balasan.
  • Sedangkan 202.134.1.10 adalah alamat DNS yang di
  • Bytes menunjukkan besar request packet yang dikirimkan.
  • Time menunjukkan nilai “round trip delay” (disebut juga sebagai delay atau latency) yang menunjukkan waktu yang diperlukan packet yang anda kirimkan untuk mencapai komputer yang dituju. Nilai ini dihitung dengan membagi dua selisih waktu PING packet mulai dikirimkan dengan waktu response dari PING packet diterima.
  • TTL merupakan nilai “Time-To-Live” yang digunakan untuk mencegah adanya circular routing pada suatu jaringan. Setiap kali PING packet melalui sebuah ip address maka nilai TTL nya akan dikurangi satu.

 

Kegunaan PING antara lain adalah sbb:

  1. Mengetahui status up/down komputer dalam jaringan.

Kita dapat mengecek apakah sebuah komputer up/down menggunakan perintah PING, jika komputer tersebut memberikan response terhadap perintah PING yang kita berikan maka dikatakan bahwa komputer tersebut up atau hidup.

  1. Memonitor availability status komputer dalam jaringan.

PING dapat digunakan sebagai tool monitoring availibilitas komputer dalam jaringan yang merupakan salah satu indikator kualitas jaringan yaitu dengan melakukan PING secara periodik pada komputer yang dituju. Semakin kecil downtime, semakin bagus kualitas jaringan tersebut.

  1. Mengetahui responsifitas komunikasi sebuah jaringan.

Besarnya nilai delay atau latency yang dilaporkan oleh PING menjadi indikasi seberapa responsif komunikasi terjadi dengan komputer yang dituju. Semakin besar nilai delay menunjukkan semakin lamban respons yang diberikan. Sehingga nilai delay ini juga bisa digunakan sebagai indikator kualitas jaringan.

 

Banyak aplikasi hanya bisa dijalankan dengan maksimal delay tertentu, sehingga sangat penting untuk mengukur delay pada jaringan untuk memastikan aplikasi tersebut dapat dijalankan. Aplikasi yang memerlukan delay kecil dikatakan sebagai delay-sensitive application dan memerlukan jaminan agar maksimal delay selalu terjaga dalam komunikasi data yang dilakukan, contohnya adalah network game, voice dan video conference application.

 

Pengertian Request Time Out (RTO)

Request Time Out adalah ketika Komputer server tidak merespon permintaan koneksi dari klien setelah beberapa lama (jangka waktu timeout bervariasi) antara lain karena:

 

Permasalahan RTO (request time out) :

  1. Utilisasi/pemakaian bandwidth sudah penuh. solusi harus upgrade kecepatan.
  2. Kualitas akses jaringan (wireless/wireline) kurang bagus.
  3. website yang dituju memiliki delay yang tinggi.
  4. Koneksi ke IP tersebut putus, atau
  5. Port di komputer tersebut ditutup
  6. Adanya Firewall
  7. Kabel rusak atau tidak terpasang.

Cara Mengatasinya :

Check kembali penulisan IP Tujuan pada sintaks ping

Check kembali apakah pemasangan kabel sudah tepat di Komputer tujuan

Check kembali NetID pada computer tujuan

Matikan Firewall di kedua computer 

 

 

Destination unreachable

Terjadi jika host, jaringan, port atau protocol tertentu tidak dapat dijangkau. Komunikasi di jaringan tergantung dari beberapa kondisi yang ditemui.

Pertama, protokol TCP/IP harus dikonfigurasi untuk device yang mengirim dan menerima data. Termasuk pemasangan protokol TCP/IP dan konfigurasi alamat IP dan subnet mask. Default gateway juga harus dikonfigurasi jika datagram keluar jaringan local.

Kedua, device harus ditempatkan untuk melewatkan datagram dari device asal dan jaringannya ke device tujuan. Router juga harus mempunyai protokol TCP/IP yang dikonfigurasi di interface-interfacenya dan harus menggunakan protokol routing tertentu. Jika kondisi tidak ditemukan, kemudian komunikasi jaringan tidak dapat dilakukan. Device pengirim mengalamatkan datagram ke IP address yang tidak ada atau ke device tujuan yang tidak terhubung ke jaringan. Router dapat juga sebagai titik kesalahan jika koneksi interface putus atau jika router tidak memiliki informasi yang berguna untuk menemukan jaringan tujuan. Jika jaringan tujuan tidak dapat diakses, hal seperti ini disebut dengan unreachable destination.

Jika anda menemui pesan “Destination Host Unreachable” saat melakukan tes koneksi via Command Prompt pada komputer Windows anda ,maka ada 3 masalah yang harus di perbaiki :

  1. Kabel jaringan,LAN Card atau Wireless USB kemungkinan tidak terhubung ke PC atau perangkatnya rusak.
  2. HUB/SWITCH tidak di nyalakan atau rusak
  3. Status “Local Area Connection” masih “Disable” pada Network Connection di Control Panel

Penyelesaiannya :

Masalah 1 :

hubungkan perangkat jaringan tersebut dengan baik pada posisinya, jika perangkat rusak maka perlu di ganti posisi PCI untuk LAN Card ke slot yang baru. (jika tidak berdampak sama sekali maka terjadi kerusakan pada LAN Card), Jika perangkat adalah Wireless USB,maka pastikan lampu indicator menyala dan coba di pindahkan ke port USB yang lain (jika tidak berdampak sama sekali maka terdapat kerusakan pada wirelss USB).

 

 

 

Masalah 2 :

Nyalakan HU/SWITCH dan coba pindahkan kabel jaringan komputer target ke slot yang lain ,lalu coba tes koneksi lagi. Jika tidak ada perubahan setelah di cek dengan penyelesaian masalah 1 maka dapat di pastikan HUB/SWITCH rusak.

 

Masalah 3 :

Klik kanan pada Local Area Connection yang disable dengan warna abu abu lalu klik enable dan coba lakukan tes koneksi lagi.

 

 

 

 

TRACERT

Lebih Detail Mengetahui Cara Traceroute/Tracert bekerja

 

Untuk mengetahui jalur yang ditempuh untuk mencapai suatu node, traceroute mengirimkan 3 buah paket probe tipe UDP dari port sumber berbeda, dengan TTL bernilai 1. Saat paket tersebut mencapai router next-hop, TTL paket akan dikurangi satu sehingga menjadi 0, dan router next-hop akan menolak paket UDP tersebut sembari mengirimkan paket ICMP Time-to-Live Exceeded ke node asal traceroute tersebut. Dengan cara ini, pengirim traceroute tahu alamat IP pertama dari jalur yang ditempuh.

Kemudian, sumber traceroute mengirimkan 3 buah paket UDP lagi dengan nilai TTL yang dinaikkan 1 (TTL = 2), sehingga router pertama di jalur menuju tujuan traceroute akan melewatkan paket UDP tersebut ke router selanjutnya. Router hop kedua akan melihat bahwa paket tersebut sudah expired (TTLnya jadi 1, setelah dikurangi oleh router pertama). Maka, seperti halnya router pertama, router tersebut akan mengirimkan paket ICMP Time-to-Live Exceeded ke sumber traceroute. Sekarang, sumber traceroute telah mengetahui hop kedua dari jalur menuju tujuan traceroute.

Sumber traceroute akan mengirimkan lagi paket UDP dengan TTL ditambah 1 (TTL = 3). Router hop ketiga akan membalas dengan paket ICMP Time-to-Live Exceeded ke sumber traceroute, sehingga sumber traceroute mengetahui alamat IP router hop ketiga. Proses ini akan diulang terus paket UDP yang dikirimkan mencapai alamat IP tujuan traceroute.

VISI

Menjadi Pusat Pengembangan Teknologi Informasi Berbasis Technopreneur yang Menunjang Kegiatan Belajar Mengajar agar Tercipta Sumber Daya Manusia yang Terampil

MISI

1. Menyiapkan Mahasiswa/I yang Berkompetensi dalam Bidang Teknologi Informasi Berbasis Technopreneur
2. Memberikan Layanan terbaik dalam Proses Belajar Mengajar
3. Membuat Rencana Kerja agar Mampu Terwujudnya Puslabkom sebagai Pusat Teknologi Informasi

Berita

07 December 2017

Iptek

13 December 2017

Kegiatan

09 December 2017

Support Team

© 2017 Puslabkom STMIK NH. All Rights Reserved. Designed Support By JoomLead

Please publish modules in offcanvas position.